Jumat, 11 April 2014

ALANGKAH RUGINYA SEORANG MUSLIM


Seorang pasti akan mendapatkan sesuatu dari apa yang melekat pada dirinya, seorang petani tentunya akan mendapatkan beras dari apa yang diusahakannya, seorang nelayan mendaptkan ikan dari hasil tangkapannya, seorang penjual akan mendapatkan keuntungan dari apa yang diusahakannya. Lantas keuntungan apa yang anda dapatkan sebagai seorang Muslim yang memiliki Allah SWT raja alam semesta ini yang maha kaya lagi maha pemurah?

Saudaraku, tulisan ini berangkat dari kerisauan melihat banyaknya keluhan diantara kita yang di posting di media sosial. Mahasiswa mengeluh banyaknya tugas kuliah, dosen mengeluh banyaknya sulitnya syarat untuk sertifikasi. Pasien mengeluh turunnya kualitas perawatan pasca BPJS, dokter mengeluh turunnya pendapatan pasca BPJS, yang mau kuliah ke luar negeri mengeluh sulitnya mendapatkan izin dari atasan sementara yang sudah diluar negeri mengeluh lambatnya pencairan beasiswa.

Mengeluh adalah sesuatu yang wajar dan sangat manusiawi, namun kalau keluhan itu sudah berimplikasi pada tidak produktifnya kita karena terus terjebak dalam pusaran keluhan. Apalagi keluhan itu sudah mengikis rasa syukur kita atas begitu banyaknya atribut kenikmnatan yang sudah melekeat pada diri kita.

Empat bulan setelah di Jepang beasiswa saya belum cair begitu juga teman2 seangkatan, keluhan terus mengalir dan sudah berubah menjadi cacian. Keluarga risau dengan saya yang sudah tidak punya uang, shensei cemas dan khawatir dengan kelangsungan hidup saya. Tapi apakah harus mengeluh? Mengeluh tidak akan mempercepat pencairan beasiswa.

Lebih daripada itu, saya khawatir mengeluh akan mengurangi makna kesyukuran kita atas apa yang sudah ada pada diri ini. Sandarkan diri pada Allah SWT yang menggenggam kehidupan ini, yakin dan percaya bahwa Allah SWT yang maha kaya tidak akan pernah menyia-nyiakan kita. Allah SWT hanya meminta kita untuk terus beryukur dan berjanji akan mendapatkan tambahan nikmat. Bukankah janji Allah SWT itu sesuatu yang sangat pasti, jauh lebih pasti dari terbitnya matahasi besok pagi.

Saya sangat sepakat dengan himbauan “Kalau tidak bisa membersihkan jangan mengotori” maka izinkan saya untuk menyampaikan “Kalau belum pandai bersyukur jangan mengeluh”

Kanazawa Shi
12 April 2014

Selasa, 31 Desember 2013

GRIYA AFIAT MAKASSAR, KLINIK SPESIALIS PERAWATAN LUKA


Di awal tahun 2014 izinkan kami menyampakaikan salam hangat dari Direktur, Manajemen, dan Staff Griya Afiat Makassar atas kepercayaan warga kota Makassar dan sekitarnya sebagai penerima jasa pelayanan perawatan kami.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan yang kami berikan, untuk itu kami terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk memberikan yang terbaik bagi para pasien kami.

Berbagai upaya kami lakukan, mengutus staff untuk mengikuti seminar, workshop dan kongres baik berskala nasional maupun internasional. Untuk menjamin kualitas perawatan kami telah berasosiasi dengan InWOCNA, WCETN, IWII, WCETN, JPUS, dan WUWHS.

Terima kasih juga buat para sahabat dan kolega serta para blogger yang dengan setia mengunjungi blog kami, terima kasih


Makassar, 1 Januari 2014